COLORS RADIO - Siapa yang sekarang ini tidak mengkonsumsi mp3 sebagai format lagu di gadget atau PC? Pastinya sebagian besar orang di dunia telah beralih ke format itu puluhan tahun lalu, tepatnya sejak 14 Juli 1995. Nah di pertengahan Juli ini format audio hasil kompresi dari berkas .wav dengan size jauh lebih kecil tanpa mengurangi kualitasnya sedikitpun itu sudah genap 20 tahun.

Di Indonesia sendiri Mp3 Day pun digelar secara online dan serentak kemarin (14/7). Melalui Indonesian Netlabel Union (INU) bekerjasama dengan beberapa netlabel lokal, distirbusi digital, hingga musisi untuk memberikan tribute khusus. "Mp3 ialah puncak dari revolusi audio digital dan distribusi. Lahirnya MP3 memungkinkan peredaran musik digital menjadi lebih mudah dan terjangkau," tulis Indonesian Netabel Audio. Perayaan Mp3 Day ini dilakukan secara global, diperkirakan sekitar 80 label dan 13 musisi dunia dari seluruh dunia turut merayakannya.

Perayaan Mp3 Day akan disemarakan oleh perilisan beberapa album oleh lima netlabel nasional, Hujan! Rekords, Ear Alert Records, Barokah Records, Susu Ultrarock Records, dan Yes No Wave Music. Selain itu Ripstore sebagai situs distribusi musik digital juga akan menggratiskan dua single di websitenya. Kemudian peluncuruan proyek remix dari Bottlesmoker hingga perilisan Mp3 Day Zine secara digital.

Sebagai info nih Colors People, format Mp3 sendiri kali pertama dicetuskan oleh seorang audio engineering asal Jerman Karlheinz Bradenburg. Saat itu Bradenberg melakukan riset dan percobaan bersama Fraunhofer Society hingga akhirnya melahirkan perangkat lunak bernama l3nc. Perangkat itu dikembangkan lagi hingga akhirnya memunculkan mp3 yang berhasil menjaga kualitas suara .wav dengan ukuran file lebih kecil. (ron/colorsradio)