COLORS RADIO - Tak banyak masyarakat Surabaya mengenal Kampung Nelayan Bulak, namun jika menyebut kawasan Kenjeran Watu–Watu, tentunya Colors People pada kenal. Beberapa tahun belakangan ini Pemerintah Kota berusaha mengubah image kawasan ini yang kumuh menjadi destinasi wisata baru di Surabaya.

Kampung Bulak berada di Kecamatan Bulak. Lokasinya tak jauh dari Pantai Ria Kenjeran Lama. Sejak empat tahun lalu, Bulak telah memiliki Sentra Ikan Bulak, yakni pusat perdagangan ikan serta hasil olahan laut terbesar di Surabaya. Ditambah lagi dengan Jembatan Kenjeran dengan air mancur menari yang akan diresmikan Mei mendatang.

Camat Bulak, Prayitno, mengatakan saat ini pihaknya didukung Pemerintah Kota terus berupaya mengubah image kampung nelayan kumuh itu agar menjadi jujukan tak hanya bagi masyarakat Surabaya. “Salah satunya dengan mengelar Bulak Fest 2016, kami ingin menunjukkan bahwa Bulak sudah berubah. Melalui Bulak Fest 2016 kami ingin mengenalkan destinasi wisata matahari terbit, Sunrise of Bulak,” katanya.

Bulak Fest 2016 yang dibuka langsung oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, pekan lalu memang sudah usai namun saat ditemui pada makan ikan bareng, Risma berharap dengan keberadaan Sentra Ikan bulak dan Jembatan Kenjeran kedepannya dapat menjadikan kawasan pesisir Bulak menjadi kawasan Internasional karena akan ada agenda UN Habitat yang dihadiri oleh warga dari berbagai negara. 

Kegiatan Bulak Fest 2016 sendiri merupakan inisiasi Pemerintah Kota yang didukung Kecamatan Bulak dan Kelurahan Kedung Cowek didukung Komunitas #BicaraSurabaya, FKHM dan Komunitas Fotografi. Diisi berbagai kegiatan diantaranya sunrise photo competition, demo masak dengan bahan baku ikan asap, festival makan ikan bersama Walikota, nelayan fashion show, lomba rumah nelayan bersih, lomba perahu cantik, dan panggung hiburan serta musik. (dne/colorsradio)