COLORS. Sebagian orang menjadikan peringatan hari ulang tahun atau anniversary sebagai moment yang tidak boleh terlewatkan. Bahkan, kini muncul istilah sweet seventeen yang merupakan pertanda bahwa seorang remaja telah memasuki tahap dewasa. Pertambahan usia diyakini akan menjadi motivasi, supaya bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Itulah kenapa nuasa harapan dan doa sangat kental mendominasi perayaan hari ulang tahun.

Awalnya, manusia hanya memperhatikan siklus lunar dan mengembangkan kalender guna menandai hari-hari penting bagi mereka seperti kelahiran, perkawinan dan kematian. Saat manusia sudah bisa menandai hari lahirnya, muncul keyakinan dalam budaya paganisme bahwa roh-roh jahat akan mengunjungi mereka tepat di hari kelahirannya.

Untuk melindungi orang yang berulang tahun, maka diundanglah orang agar mengelilinginya, berpesta dan membuat suara-suara keras supaya roh-roh jahat takut. Belum ada tradisi membawakan hadiah bagi mereka yang berulang tahun. Namun, lama-kelamaan, hadiah diberikan sebagai penghormatan pada tuan rumah. Tamu yang tidak membawa hadiah dianggap pertanda buruk. Di masa tersebut, bunga dan benda-benda yang diinginkan orang yang berulang tahun merupakan hadiah populer.

Di beberapa daerah di Indonesia, masyarakat melakukan perayaan ulang tahun dengan cara yang cukup unik. Sebagian besar masyarakat di Pulau Jawa, Bali dan Madura memiliki kebiasaan membuat tumpeng atau biasa disebut tumpengan.

Dalam slametan, kenduri atau syukuran, setelah membaca doa ada kebiasaan tidak tertulis dimana pucuk tumpeng akan dipotong dan diberikan kepada orang yang paling penting, paling dituakan dan dihormati di antara orang-orang yang hadir. Baru kemudian semua orang yang diundang, diajak bersama-sama menikmati tumpeng tersebut.

Kenapa berbentuk kerucut? Filosofi tumpeng sendiri sebenarnya berkaitan erat dengan kondisi geografis Indonesia yang sebagian besar wilayahnya dikelilingi gunung berapi. Makanan ini, dibuat berdasarkan tradisi purba masyarakat Indonesia dimana mereka masih memuliakan gunung sebagai tempat bersemayamnya arwah para leluhur.

Karena budaya masyarakat Jawa pada waktu itu, dipengaruhi kepercayaan yang mereka peluk yaitu Hindu, nasi yang dicetakpun dibentuk menyerupai kerucut. Maksudnya untuk meniru bentuk gunung suci tempat bersemayam arwah leluhur. Namun, karena tumpengan dinilai sarat akan rasa syukur dan ucapan terima kasih tradisi membuat tumpeng sebagai pengganti kue ulang tahun masih dilakukan orang sampai sekarang.

Di Kalimantan, perayaan hari ulang tahun di usia-usia tertentu digelar dengan upacara adat. Ada tarian-tarian dan ritual yang dilakukan. Namun upacara suci ini terbatas atau hanya diperuntukkan bagi anak dari tokoh-tokoh adat.

Sementara itu, masyarakat keturunan tionghoa di Indonesia juga punya cara unik dalam merayakan peringatan hari kelahiran. Meski umumnya mereka tidak merayakan ulang tahun secara terbuka sebelum usia 50 tahun.

Menurut kebiasaan, perayaan ulang tahun terbuka bagi masyarakat tionghoa biasanya dimulai dari ulang tahun ke-50. Lalu diikuti perayaan kecil setahun sekali dan perayaan besar sepuluh tahun sekali. Perayaan besar sepuluh tahun sekali ini biasanya disebut Co Siu dalam dialek Hokkian (Zhuo Shou). 

Untuk umur yang berbeda, diberikan pula istilah berbeda. Di usia 50 tahun atau disebut Nuan Shou, istilahnya adalah ulang tahun pemanasan. Sedangkan usia 60 tahun atau Xiao Shou, disebut juga ulang tahun kecil. Untuk usia 70 tahun atau Zhong Shou, mereka menamainya ulang tahun sedang. Sementara Ulang tahun besar, ulang tahun menambah umur dan ulang tahun menambah kesehatan dilakukan pada usia 80, 90 dan 100 tahun.

Seperti adat pernikahan atau kelahiran dalam tradisi Tionghoa yang melambangkan kegembiraan dan kesejahteraan, warna merah adalah warna yang akan ditonjolkan dalam perayaan hari ulang tahun bagi opa dan oma ini. Mulai dari hiasan, angpao bahkan hadiah yang diberikan biasanya berwarna merah.

Selain itu, hidangan yang disajikan dan cara menyantapnya pun unik. Misalnya miesoa atau mian xian dalam bahasa China. Selain panjang umur, miesoa dipercaya sebagai lambang kesehatan. Waktu memakannya, dianjurkan untuk tidak memutus mie di tengah-tengah, atau langsung ditelan utuh.  Ada juga ada angku kue atau kue penyu merah sebagai lambang kesejahteraan dan siutho kue atau kue persik berbentuk persik gepeng berwarna merah muda dengan isi bubuk kacang di dalamnya.

Perayaan di Negara Lain

Seperti diketahui bahwa perayaan hari ulang tahun berasal dari barat, berbagai negara di belahan dunia pastinya mempunyai tradisi perayaan. Berikut beberapa negara dengan tradisi perayaan ulang tahunnya yang unik bahkan aneh!

Jerman ; Nasib sial bagi pria Jerman yang belum memiliki pacar saat  usianya mencapai 30 tahun. Dia akan merayakan hari ulang tahunnya dengan menyapu tangga di Balai Kota. Saat tangga sudah bersih, teman-temannya akan kembali datang dan melemparkan sampah sehingga si Pria yang berulang tahun harus menyapunya lagi. Kejadian ini terus menerus diulang hingga ada seorang wanita yang mau menghampiri si Pria dan mencium pipinya. Tapi, kebanyakan wanita mau melakukan hal ini hanya karena kasihan dan membuat pria itu berhenti menyapu.

Inggris ; Jika anda pernah pernah melihat seseorang dilemparkan ke udara dan kemudian ditangkap kembali, kebiasaan ini sebenarnya diawali oleh perayaan ulang tahun masyarakat Inggris. Di negara ini, orang yang berulang tahun akan dilempar ke udara dan ditangkap oleh tamu yang hadir dalam pesta.

Amerika Serikat ; Meski tradisi ini awalnya dilakukan dalam perayaan ulang tahun anak-anak dan balita, namun tidak sedikit warga Amerika dewasa yang ikut melakukannya. Sebuah kue khusus disiapkan, untuk dibuat berantakan atau dihancurkan. Tradisi ini biasanya disebut Smash Cake. Sementara di Amerika Utara khususnya Kanada, anak perempuan akan dioles mentega di bagian hidungnya. Hal ini sebagai simbol bahwa seperti mentega yang licin, kehidupan si Anak diharapkan juga akan berjalan mulus.

Skotlandia ; Sebagian masyarakat Indonesia punya kebiasaan mengerjai seseorang dengan cara menempelkan sebuah kertas yang sudah ditulisi, di punggung. Nah, tradisi ini ternyata berasal dari negara Skotlandia dimana pada hari seseorang berulang tahun, dia akan terus menerus menerima tepukan di punggung dari teman-temannya. Bedanya, kertas yang ditempelkan berisi doa terhadap yang berulang tahun.

Jamaika ; Mirip dengan kebiasaan menempelkan tulisan di punggung yang diadopsi dari negara lain, masyarakat Indonesia juga sering mengerjai seseorang dengan menaburi wajah dengan tepung. Di Jamaika, seseorang yang berulang tahun harus rela tubuh dan wajahnya diputihkan. Biasanya, orang yang berulang tahun akan dilempari dengan tepung.

Hungaria ; Jika di Indonesia dijewer merupakan sebuah hukuman, kebiasaan berbeda dilakukan masyarakat Hungaria. Orang yang berulang tahun di Hungaria, akan mendapat jeweran dari seluruh tamu undangan yang hadir. Menurut tradisi, jeweran adalah permohonan berkah panjang umur dan kebahagiaan. Setelah acara jewer-menjewer selesai, sebuah lagu akan dinyanyikan. Jika diartikan, lagu tersebut kira-kira bunyinya begini "Tuhan memberkatimu. Hidup begitu lama, sehingga telingamu mencapai pergelangan kaki!"

Beragam tradisi perayaan ulang tahun untuk memperingati hari kelahiran. Anda tentunya bebas untuk memilih bagaimana cara merayakannya. Namun, jika Indonesia begitu kaya akan budaya, mengapa harus mengikuti tradisi negara lain?? @veceerpe/bbs