Fix. Tanggal 5-7 Juni 2015 di Kabupaten Malang diadakan acara seni  budaya yaitu Singhasari Culture & Culinary Festival 2015 yang diadakan di Museum Singhasari kabupaten Malang Jawa-Timur. Kita tim FIX punya kesempatan berada disana untuk meliputnya selama 3hari penuh 😀 Adapun tujuan acara ini bukan sekedar untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya bangsa, tetapi lebih dari itu. Tujuan utama adalah mengembalikan kekuatan nilai luhur budaya bangsa Indonesia yang lahir dari Singhasari. Karena itulah mengapa Singhasari dipilih sebagai tempat acara ini.

Berawal dari seorang wanita hebat yaitu Ratu Kendedes, yang merupakan leluhur dari hampir seluruh raja-raja besar di nusantara karena dari keturunan kerajaan Singhasari lah yang melakukan ekspedisi perdamaian dengan mengirim dutanya ke seluruh nusantara sampai Vietnam, Kamboja dan Singapura dalam misinya mendirikan negara federal. Nah dari sanalah keturunan-keturunan itu membentuk kerajaan-kerajaan baru sehingga mereka tetap menganggap bahwa pusat pemerintahannya di Singhasari. Jadi Fixers, dengan diadakannya 'Singhasari Culture & Culinary Festival 2015' ini para pelaku seni budaya Malang Raya berharap bisa lebih menyatukan seluruh segmen masyarakat nusantara ini melalui seni dan budaya, selain itu diharapkan juga dari Singasari lahir lebih banyak lagi kendedes-kendedes baru yang bisa lebih hebat yang akan memberi kontribusi lebih besar dalam penyatuan nusantara tercinta.

Acara selama 3 hari ini dimulai dari siang hingga malam. Tanggal 5 Juni 2015 acara dibuka dengan sambutan dan pagelaran tari di Museum Singhasari, dan dilanjutkan dengan beberapa sajian tradisional dan seni kontemporer hingga malam. Tanggal 6 Juni acara diadakan di 2 tempat sekaligus di Museum Singosari dan Candi Sumberawan. Dan tanggal 7 Juni acara juga dilakukan di 2 tempat, yaitu Museum Singosari dan Candi Singosari. Selain pagelaran seni juga ada pentas fashion, serta stand-stand pameran UKM Malang. Nah, stand-stand ini yang biasanya rame dikerumuni pengunjung untuk melihat barang apa yang dijual. Di hari pertama, saya memperhatikan pengunjung tidak sekedar melihat-lihat tapi banyak juga yang uda berbelanja. Jadi acara ini tidak hanya menampilkan pagelaran seni dan budaya, tetapi juga memberi kesempatan kepada semua pelaku UKM di kota malang untuk memperkenalkan hasil karyanya entah itu dalam bentuk fashion atau kuliner.


Well Fixers, ditengah-tengah carut marutnya hidup ini hiks...😥 Seni dan Budaya bisa menjadi alat ampuh pemersatu seluruh lapisan masyarat di nusantara kita tercinta. So love our culture 😍

 

Reda sedang nulis di bawah pohon, somewhere at Singosari..