Fix. Kata takjil begitu populer dibulan Ramadhan. Kalimat-kalimat seperti "yuks nyari takjil"... "takjilnya apa?"..."beli takjil dimana?"..."dapatkan takjil gratis disini"...tanpa disadari hampir tiap hari kita dengar, kita baca juga kita ucapkan. kata takjil dalam kalimat tersebut seolah-olah berfungsi sebagai suatu 'obyek'(kata benda) yang mengarah pada suatu makanan tertentu yang familiar sebagai hidangan pembuka untuk membatalkan puasa. Seperti kurma, kolak, kue-kue kecil, es dawet dll. Tapi tahukah Fixers apa arti kata takjil yang sebenarnya??

Penulisan yang tepat dari kata takjil adalah ta'jil. Jika Fixers melihat di kamus besar bahasa indonesia (KKBI), ta'jil berarti mempercepat. Dan menurut para ahli bahasa (Arab), kata ta'jil berasal dari bahasa Arab yaitu 'ajjala– yu'ajjilu–ta’jilan yang artinya adalah "menyegerakan" atau "cepat-cepat" atau "bersegera". Berarti ta'jil artinya adalah PENYEGERAAN. Dalam tata bahasa Indonesia kata menyegerakan berfungsi sebagai 'predikat'(kata kerja). Nah berarti, kata ta'jil dalam konteks puasa Ramadhan memaksudkan tindakan segera berbuka, tidak menunda-nunda untuk menyelesaikan/membatalkan puasa jika sudah waktunya untuk berbuka dengan memakan sesuatu. Hal ini diambil dari hadist Nabi Muhammad yang menyuruh untuk menyelesaikan puasa dengan bersegera ketika telah sampai waktunya untuk berbuka. Kenapa nabi Muhammad menganjurkan ta'jil? Karena menyegerakan berbuka termasuk amalan sunah yang berpahala.

Menurut Fixers kenapa kata ta'jil bisa berubah makna? Nabi Muhammad menganjurkan hendaknya kita tidak langsung berbuka puasa dengan makanan berat atau makanan utama seperti sepiring nasi. Dan secara kesehatan, memang lebih aman jika berbuka puasa diawali dengan makanan kecil/ringan yang manis. Nah rasulullah SAW memberi contoh berbuka dengan kurma. Contoh ini diikuti oleh warga Arab, dan hingga sekarang menjadi suatu kebiasaan di Arab bahwa warganya selalu berbuka dengan kurma. Maka disana kurma disebut makanan untuk ta'jil (bukan 'makanan ta'jil' ya Fixers) alias makanan untuk menyegerakan berbuka. Nah dulu di Indonesia, kurma tidak sepopuler seperti di Arab, kita lebih sering berbuka puasa dengan makanan-makanan khas Indonesia seperti kolak, es dawet atau kue tradisional seperti kue lapis, nagasari, pukis dan lain-lain. Baru beberapa tahun terakhir kurma menjadi salah satu menu pilihan pembuka puasa. Bisa jadi karena kebiasaan mengawali berbuka dengan yang manis-manis inilah maka istilah ta'jil lambat laun berubah arah. Bukan lagi pada penyegeraannya utk membatalkan puasa, tetapi lebih mengarah pada makanan-makanan ringan yang bisa cepat habis disantap saat menjelang buka puasa.

Well Fixer, uda tau kan makna kata ta'jil 😉 yuks gunakan dengan benar.

 

Reda sedang bagi-bagi takjil..