Dinas Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (PPKBPP) kabupaten Mojokerto pagi ini meluncurkan program Kampung KB di aula dinas terkait. Acara yang dikemas dengan tema “Forum Koordinasi Advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Below the Line” ini  sekaligus menjadi sarana pembekalan dan edukasi tentang program Kependudukan Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Keluarga (KKBPK).  Kepala Dinas Pengendalian Penduduk  Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (P2KBPP) kabupaten Mojokerto Yudha Hadi menjelaskan pembentukan kampung KB tahun ini  minimal satu kecamatan satu kampung KB . Kriteria Desa yang dipilih salah satunya adalah desa yang tingkat partisipasi dan kepesertaan warganya yang ikut KB sangat rendah.

Yudha Hadi menambahkan  program Kampung KB  untuk meningkatkan kepesertaan KB aktif menekan angka kematian ibu dan anak pernikahan dini dan pengendalian jumlah penduduk Sebanyak 17 Desa di 17 kecamatan yang akan dijadikan pilot project kampung KB , Diantaranya desa Balongmojo kecamatan Puri ,Desa Bening kecamatan Gondang ,desa Gayam kecamatan Bangsal, desa Pakis kecamatan Trowulan , desa Gembongan kecamatan Gedeg , desa Mojoranu kecamatan Sooko , desa Parengan kecamatan Jetis,desa Mojokusumo kecamatan Kemlagi, desa Maduretno kecamatan Dawarblandong ,desa Nogosari kecamatan Pacet , desa Jembul kecamatan Jatirejo , Desa Belik kecamatan Trawas ,desa Sumberkarang kecamatan Dlanggu dan desa Wonodadi kecamatan Kutorejo . (gie)