Kota Mojokerto tahun ini terpilih mewakili Jawa Timur untuk mengikuti Zakat Award tahun 2015. BAZNAS Kota Mojokerto sebagai lembaga pengelola zakat, Senin (3/8) menerima panitia Zakat Award dari Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia. Diterima langsung Walikota Mas’ud Yunus yang juga Ketua Baznas Kota Mojokerto dan seluruh pengurus, pertemuan berlangsung di ruang nusantara kantor Pemkot Mojokerto.

Pen ghargaan di bidang pengelolaan zakat yang pertama kali diadakan oleh Kementerian Agama ini diselenggarakan dalam rangka memotivasi lembaga pengelola zakat, khususnya BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota, agar lebih baik dan meningkat dalam menjalankan peran dan fungsinya. Kasubdit Pemberdayaan Lembaga, Dr. H. Juraidi, MA dalam sambutannya mewakili rombongan tim penilai mengatakan bahwa pelaksanaan penganugerahan Zakat Awards merupakan program strategis Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam yang diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam pengembangan zakat nasional.

Kota Mojokerto mewakili Provinsi Jawa Timur karena mampu dan mempunyai pengalaman dalam mengelola zakat dan pernah menerima penghargaan bidang zakat dari pemerintah pusat. Yang terbaru pada bulan Mei lalu Walikota Mas’ud Yunus memperoleh penghargaan dari Baznas Pusat atas perhatian dan dukungan selaku pejabat pemerintah dalam pengembangan Baznas Kota Mojokerto.

Juraidi menambahkan bahwa dalam penilaian ini, ada beberapa tahapan. Antara lain kabupaten/kota melalui proses seleksi dari Baznas Provinsi, Baznas yang lolos dan ditunjuk mewakili provinsi kemudian mengisi kuisioner. “Misalnya apakah lembaga saudara mempunyai SOP pengumpulan zakat. Kemudian dilampirkan SPO tersebut. Lalu seperti sekarang ini, setelah kami baca isiannya, kami datang ke Kota Mojokerto untuk mengecek langsung,” katanya.

Adapun kategori yang dinilai ada 2 yaitu kategori manajemen kelembagaan yang lebih pada menejemen perkantoran. Dan yang kedua, kategori pengelolaan meliputi pengumpulan, pendistribusian maupun pemberdayaan. Proses selanjutnya, setelah penilaian langsung, Baznas kabupaten/kota akan diundang ke Jakarta untuk penilaian wawancara sekaligus pemberian penghargaan.

Walikota Mas’ud Yunus dalam kesempatan ini menjelaskan tentang sejarah Baznas di Kota Mojokerto. Dari ketika Baznas kurang diminati masyarakat, hingga sekarang yang sangat diminati dan manfaatnya sangat banyak dirasakan oleh masyarakat Kota Mojokerto terutama kaum duafa. Walikota yang juga Ketua Baznas Kota Mojokerto juga menjelaskan tentang program terobosan dalam rangka pemberdayaan masyarakat yaitu program pembiayaan usaha syariah (PUSYAR).

Walikota menjelaskan bahwa untuk mendapatkan kepercayaan dalam mengelola zakat, Baznas Kota Mojokerto selalu melaporkan pengelolaan zakat kepada pusat, provinsi, kepala daerah dan masyarakat. Hal ini untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Baznas. “Potensi zakat di Kota Mojokerto secara keseluruhan sebanyak 4,8 Milyar. Kita sekarang masih mampu meraih 1 Milyar. Kemudian zakat fitrah potensinya 305 ton beras, dan Baznas Kota Mojokerto sudah mampu meraih 150 ton beras,” kata Walikota.