Sebanyak 18 titik rawan bencana ada di sepanjang jalur rel kereta api antara Stasiun Pasuruan hingga Stasiun Banyuwangi Baru, Jawa Timur.

Beberapa daerah rawan bencana di antaranya jalur rawan banjir berada di antara Stasiun Pasuruan hingga Probolinggo, Stasiun Jember hingga Stasiun Tanggul, dan Stasiun Rogojampi hingga Stasiun Karangasem, Banyuwangi.

Sedangkan daerah rawan tanah labil berada di sepanjang Stasiun Jember hingga Tanggul, stasiun Banyuwangi, Stasiun Pasuruan, Stasiun Probolinggo, serta titik rawan bencana longsor berada di antara Stasiun Garahan-Mrawan, Stasiun Mrawan-Kalibaru, dan Stasiun Jember-Kalisat.

Arief menambahkan, para petugas penilik jalan juga rutin melakukan pengecekan dengan berjalan kaki di kilometer yang dianggap rawan.

Selain itu, lanjut dia, PT KAI Daop 9 juga menyiagakan alat material untuk siaga (amus) seperti batu kricak, bantalan rel, besi dan pasir di jalur kereta yang rawan bencana seperti banjir, tanah labil, dan longsor selama musim hujan. (timesindonesia)