Aparat gabungan dari Polres Pasuruan Kabupaten dan Polres Pasuruan Kota menyerbu \'sarang\' pelaku kejahatan jalanan atau yang lazim disebut begal di Dusun Tanah Celeng, Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Dari penyerbuan tersebut polisi berhasil membekuk satu pelaku.

Selain seorang pelaku bernama Tuhar (31), yang disebut polisi sebagai panglima begal, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya enam motor, senjata api mainan, senjata tajam dan bom ikan atau bondet hingga samurai serta sejumlah uang.

\"Yang berhasil ditangkap seorang pelaku bernama Tuhar, yang menjadi panglima begal. Pelaku ini residivis dan sudah beberapa kali keluar masuk penjara,\" kata Kapolres Pasuruan Kabupaten, AKB M Aldian, di Mapolres, Senin (21/11/2016).

Aksi penyerbuan kampung yang selama ini dikenal sebagai sarang begal tersebut melibatkan lebih dari 30 personil. Tindakan polisi ini sebagai respon dari kembali maraknya aksi pembegalan baik di wilayah Kabupaten Pasuruan maupun Kota Pasuruan sebulan terakhir.

\"Barang bukti yang disita ini, hasil dan alat kejahatan yang digunakan pada delapan lokasi kejadian,\" terang Aldian.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota, AK Riyanto menyampaikan, penyerbuan yang dilakukan Senin pagi tadi itu Berlangsung tegang. Tuhar, panglima begal sempat lolos dari kepungan petugas dengan berlarian dari satu rumah ke rumah lainnya di kampung itu. Namun ia akhirnya berhasil ditangkap.

\"Petugas juga kesulitan mencari barang bukti karena hasil kejahatannya tidak langsung dibawa pulang, tapi disembunyikan lebih dulu di dekat hutan,\" terang Riyanto.

Polisi saat ini masih terus mengembangkan kasus ini. Tuhar diduga koordinator jaringan begal antar kota di Pulau Jawa. (detikcom)