Belakangan ini kurangnya normalisasi sungai di Pasuruan sehingga menyebabkan pendangkalan sering disebut sebagai penyebab banjir yang merendam puluhan ribu rumah warga.

Kendati demikian, normalisasi sungai ini bukan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Pasuruan melainkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan Dinas Pengairan Provinsi Jatim.

Meski sudah disinggung beberapa kali, tapi BBWS belum melalukan sikap. Alhasil, Pemkab pun gregetan dan akhirnya memutuskan untuk mengambil alih normalisasi saluran sungai di sejumlah titik. Hal ini dilakukan untuk melakukan percepatan normalisasi dan memutus bencana banjir agar tidak semakin meluas.

Pemkab melakukan normalisasi dan memilih Sungai Betotot, Kecamatan Grati yang di normalisasi. Sedikitnya, ada sekitar lima kilometer dari panjang sungai yang sudah dinormalisasi.

\"Sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Normalisasi ini dilakukan pada pembersihan sampah pada sungai dan endapan pasir didasar sungai,\" kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Bhakti Jati Permana.

Dia mengatakan, sungai ini memang bukan sungai besar. Di Pasuruan, ada empat Daerah Aliran Sungai (DAS) besar yakni Sungai Rejoso, Kecamatan Rejoso, Sungai Welang Kecamatan Kraton, Sungai Kedung Larangan Kecamatan Bangil dan Sungai Wrati Kecamatan Beji.

Muara sungai Betotot ini juga akan mengalir ke empat DAS ini.

\"Ternyata endapan pasir di sungai ini sangat banyak. Akhirnya kami pindahkan ke dua sisi saluran sungai. Kami juga memasang bronjong karung pasir sebagai tanggul,\" terangnya.

Menurut Bhakti, normalisasi empat DAS ini sudah diusulkan dilakukan percepatan. Namun, belum ada respon baik. Oleh karena itu, ia menyebut bahwa Pemkab Pasuruan akan normalisasi DAS Welang di Kraton. Hal itu perlu dilakukan, sebab jika DAS itu meluap, akan memutus jalur pantura Pasuruan - Probolinggo.

\"Hal ini sudah terjadi berulang kali. Jangan sampai ini terjadi kembali. Normalisasi merupakan langkah tercepat untuk atasi persoalan banjir. Bupati kayaknya juga sudah kirimkan surat percepatan normalisasi, semoga ini cepat direspon,\" paparnya.

Eko Purnomo, perwakilan tim monitoring bencana dari Kementrian Perairan Umum Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas menampik jika disebut tidak merespon usulan percepatan normalisasi. Ia mengatakan, saat ini pihaknya sudah menormalisasi Sungai Wrati yang melintasi Beji dan sekitarnya.

\"Kami sudah normalisasi di awal tahun ini sepanjang 4 kilometer. Masih ada sisa sekitar 8 - 9 kilometer yang belum dinormalisasi. Kami akan berupaya secepatnya untuk normalisasi,\" terangnya. (tribunnews)