Keberhasilan Pemerintah (Pemkab) Kabupaten Pasuruan melakukan perbaikan dan peningkatan pelayanan publik mendapat pengakuan dari Ombudsman Republik Indonesia. Pemkab Pasuruan dianugerahi Predikat Kepatuhan Terhadap Standar Pelayanan Publik.

Penghargaan tersebut diberikan Ketua Ombudsman RI, Prof Amzulian Rifa\'i kepada Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf dalam acara Penganugerahan Predikat Kepatuhan terhadap Standar Pelayanan Publik sesuai Undang-Undang Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, di Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (7/12/2016). Penyerahan penghargaan juga disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Selain Pemkab Pasuruan, penghargaan juga diberikan kepada 63 penerima yang terdiri dari Kementerian, Lembaga, Provinsi, Kabupaten dan Kota se-Indonesia.

Penanggungjawab penilaian kepatuhan terhadap standart pepalayan publik, Adrianus Meliala, mengatakan Kabupaten Pasuruan meraih rapor hijau alias predikat dengan kepatuhan tinggi karena telah terbukti melakukan banyak perubahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara cepat dan berkelanjutan.

\"Kita memberikan penghargaan kepada kementerian, lembaga, provinsi sampai dengan kota dan kabupaten yang berupaya memperbaiki kinerja dalam memberikan pelayanan publik. Dan untuk Pemkab Pasuruan, tahun lalu mendapat rapor merah, dan tahun ini kita berikan rapor hijau karena dalam kurun waktu satu tahun telah melakukan banyak perubahan pelayanan, sehingga masyarakat juga senang dengan pelayanan yang diberikan,\" kata Adrianus.

Penerima penghargaan ini, jelas Adrianus, harus memenuhi 8 variabel penilaian standar pelayanan publik yang sesuai dengan undang-undang, diantaranya standar pelayanan, maklumat pelayanan, sistem informasi pelayanan publik, sarana dan prasarana fasilitas, pelayanan khusus, pengelolaan pengaduan, penilaian kinerja, visi misi dan motto pelayanan, serta atribut pelayanan terpadu.

Penilaian dilakukan secara sembunyi-sembunyi di mana tim penilai juga menyamar sebagai klien atau masyarakat yang sedang melakukan kepengurusan kepentingan publik, seperti kependudukan, pelayanan perizinan, akses menuju lokasi pariwisata, sampai pelayanan kesehatan dan pendidikan.

\"Setiap pemerintah daerah yang mendapat predikat kepatuhan tinggi alias rapor hijau mendapatkan angka mulai dari 80 sampai 100. Dari semua daerah, Kabupaten Pasuruan mendapat nilai 83,96. Setiap daerah ada nilai yang berbeda maupun sama, dalam artian bentuk pelayanan yang diberikan sudah bagus dan sesuai, karena tergantung dari banyak tidaknya inovasi yang dimilikinya,\" jelasnya.

Bupati Irsyad menegaskan bahwa setelah mendapat rapor merah pada penilaian 2015, dirinya langsung menginstruksikan kepada semua SKPD (satuan perangkat kerja daerah) pelayanan publik untuk melakukan banyak pembenahan, terutama upaya memangkas alur birokrasi pelayanan dengan cara berlomba-lomba menciptakan inovasi.

\"Saya perintahkan SKPD menggelar karpet merah kepada masyarakat atau siapapun yang datang ke Kabupaten Pasuruan, utamanya melakukan kepengurusan perizinan, investasi, kependudukan, pariwisata sampai informasi apapun yang terkait dengan aturan pelayanan,\" kata bupati yang akrab disapa Gus Irsyad ini, usai menerima penghargaan.

Dia merinci Pemkab Pasuruan memiliki 58 produk layanan mulai dari pendidikan, kesehatan, pertanian, perizinan hingga kependudukan dan lainnya. 58 Produk tersebut berada di semua SKPD, khususnya 12 instansi yang dinilai, diantaranya Badan Pelayanan Perijinan dan Penanaman Modal (BP3M), Dinas Pendidikan, Kesehatan, Pertanian, Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Kependudukan dan Catatan Sipil, Pekerjaan Umum, Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Perpustakaan dan Arsip, RSUD Bangil, serta Dinas Perhubungan.

\"Seluruh produk layanan tersebut disampaikan kepada masyarakat secara transparan, dengan tujuan agar masyarakat mengetahui jelas informasi pelayanan saja yang diberikan. Apapun jenis pelayanan, terlebih pengaduan dari masyarakat harus segera dilayani dan ditindaklanjuti. Masyarakat adalah tamu dan raja terbaik, sehingga harus dilayani dengan sebaik-baiknya, itu prinsip kami,\" terangnya.(detik)