Program Maslahat yang diluncurkan oleh Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf mendapat kecaman dari puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pasuruan. Para mahasiswa ini, menilai bahwa program maslahat itu, tidak sesuai dengan yang digembar-gemborkan oleh Pemkab Pasuruan kalau akan membawa kemajuan dan kesejahteraan warga Kabupaten Pasuruan. Kata  Hadi Prayitno, Korlap dalam aksi, para mahasiswa yang berasal dari sejumlah kampus di Pasuruan menilai, kalau selama ini pembangunan yang dilakukan oleh Pemkab Pasuruan tidak dilakukan secara merata. Melainkan hanya dilakukan di daerah tertentu yang dulunya merupakan mayoritas tempat pendukungnya Bupati Pasuruan.

Aksi demo mahasiswa PMII Pasuruan ini sendiri dilakukan mulai dari rumah dinas Bupati Pasuruan yaitu di pendopo yang berada di Alun-alun Kota Pasuruan. Kemudian dilanjutkan ke kantor Pemkab Pasuruan. Dalam aksi mahasiswa ini mendapat pengawalan ketat dari petugas kepolisian Polres Pasuruan Kota dan Satpol PP Kabupaten Pasuruan. Para mahasiswa itu, sebenarnya ingin menemui Bupati Pasuruan. Tapi upaya itu gagal lantaran Bupati lagi ada acara. Sehingga para mahasiswa ini, hanya ditemui oleh Asisten Pembangunan Pemkab Pasuruan, Abdul Munif. Di hadapan mahasiswa pria yang akrab disapa Munif itu menyampaikan bahwa banjir itu adalah karunia Allah yang harus disyukuri. (beritajatim)